Rabu, 09 Januari 2019

Judul seminar tapi kok jualan?

Hai guys, setelah 2 tahun lebih vacuum dari dunia per-blog-an akhirnya muncul lah kerinduanku untuk berbagi cerita lagi (sebenernya udah pengen ngeblog lagi sejak lama tapi kuterlalu sibuk haha). Setelah lulus kuliah di tahun 2017 dan melewati beberapa proses akhirnya aku memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur, karena kuliahku bukan di bisnis tentunya aku merasa masih perlu banyak belajar. Bagaimana cara memulai berbisnis? Pemikiran seperti apa yang harus dimiliki entrepreneur sukses? dan intinya gimana how to make money yang halal dan jumlahnya besar? Ya realistis lah yaa...

Aku pernah mengikuti beberapa seminar yang diadakan oleh pelaku-pelaku bisnis, tujuannya jelas untuk memperoleh kiat-kiat sukses dalam berbisnis. Sengaja sih ikut yang gratisan, pertama nggak punya modal (haha kasihan sekali ya), sebenernya ada sedikit modal tapi aku pengen punya aset yang real bisa aku lihat, jangan ditiru ya karena ilmu itu penting dan mahal, tapi kalo emang nggak ada duit ya nggak usah dipaksain belajar aja dari artikel online yang gratis, itu buanyak brohh. Terus aku tuh nggak mau rugi orangnya, apalagi kegiatan yang aku ikuti itu dilakukan oleh pelaku bisnis jadi pasti secara tidak langsung mereka akan mencekoki kita dengan produk yang mereka jual, istilahnya soft selling lah.

Disini aku mau cerita dulu dua seminar yang membekas banget di aku, keduanya gratis dan keduanya dibumbui dengan iming-iming "kalau kamu ikut seminar ini penghasilan kamu akan bertambah berkali-kali lipat", "rejeki kamu dilipat gandakan", dan semacamnya.. Mohon maaf karena disini aku nggak akan membocorkan siapa pelaku bisnis yang mengadakan kegiatan seperti yang akan kuceritakan, karena sudah banyak yang modusnya sama. Sebut saja Seminar A dan Seminar B

Seminar A
Sebenarnya disini saya kurang melihat apa produknya yang dijual tapi buat saya sama-sama meminta kami membayarkan sejumlah uang. Kalau dilihat-lihat sebenarnya mereka ini menjual seminarnya, lah kok bisa? Padahal kan gratis? Jadi dalam seminar ini kami diajarkan untuk memiliki jiwa entrepreneur yang positif, selain itu kami juga diingatkan soal beberapa hal terkait bersedekah. Bahwa sedekah itu tidak membuat kita rugi atau bahkan miskin, malahan sedekah itu akan membuka jalan kita untuk memperoleh rejeki yang halal. Wah kalau udah kayak gini jelas dong aku setuju banget. Tapiiiii, yang aku kecewakan adalah di akhir sesi pertama dia bilang kalau "seminar ini diadakan gratis, di seminar sejenis kalian harus membayarkan paling tidak 150ribu" kemudian dia meminta kami untuk bersedekah dan dibatasi minimal 50ribu. Bukannya aku nggak mau bersedekah ya tapi disini aku ngerasa dipalak, buatku sedekah itu seikhlasnya kita, kalau memang kita punyanya 20ribu mau disedekahkan segitu ya udah alhamdulillah. Apalagi peserta seminar mayoritas pelajar/mahasiswa, berat dong kalau 50rb apalagi duit masih nodong ortu. Di prinsipku tuh sedekah ya sedekah aja, harus tepat sasaran juga misal kita sedekah ke korban bencana atau orang yang benar-benar kurang mampu. intinya seminar A ini jualan tapi produknya itu seminar, bayar minimal 50rb. Setelah sesi satu habis aku tidak lanjut ke sesi dua dan langsung capcus pulang..

Seminar B
Nah seminar yang ini dikemas lebih rapi dan nyambung guys antara produk dan materi, jadi mereka memberikan materi-materi bagaimana untuk mengembangkan bisnis melalui sosial media, dijabarkanlah rentetan keuntungan yang bisa diperoleh kalau pengikut di sosial media banyak. Diberikan tips-tips yang sebenarnya kita bisa memperoleh ilmu itu dengan membaca banyak literatur tapi disitu dijelaskan secara ringkas, nah kemudian mulai lah jualannya "dengan membeli produk yang kami tawarkan akan mempermudah pertumbuhan sosial media anda" blablabla... yah jelas jualan ini tapi ikutin aja sampai selesai kan ya siapa tahu masih ada ilmu yang bisa dipetik darisana. Ternyata sampai akhir jualan semua isinya. Buat orang yang tidak gemar membaca sepertiku jelas ringkasan singkat yang mereka sampaikan sedikit berguna. Ya dinikmati sajaa...

Jujur aku kapok banget ya ikut seminar A, soalnya terasa dijebak katanya gratis tapi di tengah sesi dimintain uang dengan jumlah yang dicantumkan minimalnya. Nah kalau seminar B, kurang lebih sama just take it or leave it tapi nggak dipaksa mengeluarkan segelintir uang kalau memang tidak mau.. Tapi dari keduanya menurutku kita nggak usah terlalu ambil pusing.. Ambil aja hikmahnya, toh itu hak kita mau membeli atau tidak.. Ibaratnya kalau kamu nonton film isinya tentang pembunuhan, jangan meniru untuk menjadi pembunuhnya tapi tanamkan pada dirimu untuk tidak menjadi pembunuh karena membunuh itu dosa dsbg

Nah guys, sebenarnya kedua seminar yang aku ceritakan itu melakukan teknik soft-selling, jadi mereka membuka peluang untuk orang/target pemasaran mereka melihat konten mereka yang disajikan dengan program seminar, kemudian mereka memaparkan materi, dan baru deh disentil pakai produk jualannya, mungkin kamu bukan orang yang tertarik untuk membeli produk mereka tapi pasti diantara ribuan orang ada yang tertarik. Kalau di statistik situs jual beli online biasanya kan ada jumlah pengunjung dan jumlah pembeli, paling tidak dengan seminar tersebut jumlah pengunjung akan meningkat, nah jumlah pembeli ini akan berbanding lurus dengan jumlah pengunjung dengan formulasi tertentu.. Buat kamu yang pengen bisnis juga bisa banget dengan teknik soft-selling tapi saran saya kemaslah serapi mungkin, jadi target pemasaran kamu tidak akan merasa dijebak lalu kapok dengan jualan kamu, kalaupun targetmu nggak beli produk kamu sekarang, si target masih bisa menikmati konten yang kamu sajikan, mungkin lama-kelamaan targetmu bisa tertarik dengan produk yang kamu tawarkan..

Catatan:
Disini aku nggak berniat menjatuhkan pelaku usaha tertentu ya, aku cuma berusaha memaparkan apa yang pernah aku terima sebagai target pemasaran para pelaku usaha, siapa tau ada pembaca di blog ku ini yang merupakan pelaku usaha dan ingin menerapkan teknik soft-selling, paling enggak bisa mempelajari sudut pandangku ini karena mungkin ada beberapa orang yang berpikiran sama sepertiku. Selamat berusaha pejuang halal!!

Rabu, 29 Juni 2016

"Udah Punya Pacar Belum?" edisi Lebaran

Akhirnya setelah sekian lama sibuk dengan dunia gw sendiri tiba juga di kesempatan gabut (dibaca: emas) yang memungkinkan gw buat nulis lagi. Kali ini gue akan bahas kejadian mengesalkan yang terjadi di momen yang indah dan cuma ada satu tahun sekali. Momen dimana inilah waktunya gw ketemu keluarga besar, karena gw jarang di rumah dan jarang ketemu keluarga.

Lebaran sebentar lagi, asik sih ketemu keluarga ketemu banyak orang yang jarang ketemu. Tapi ada aja hal yang buat gue keki, salah satunya adalah pertanyaan "udah punya pacar belum?"

Pada dasarnya gw adalah orang super jujur yang nggak mau dibohongin dan gak suka bohong. Tapi di momen entah apa yang terjadi gw dituntut untuk berbohong supaya tetap berada di zona nyaman.

Beginilah kira-kira percakapan yang muncul ketika gw jujur:
Tante (T): sudah punya pacar nduk (panggilan untuk anak perempuan)?
Gw (G): belum tante.
T: loh kok belum to. Wong udah kuliah kok belum punya pacar.
G: ya nanti tante kalo udah lulus
T: kapan nikahnya kalo kayak gitu?
G: ya nanti tante kerja dulu
T: ya harusnya udah punya pacar dari sekarang
G: belom dibolehin pacaran loh tante, takut ga fokus kuliah
T: loh justru kan lebih semangat
G: ih tante sok tau banget deh, meneng ae iso ora sih?

Nah di saat gw berkata jujur, percakapan menjadi semakin panas. Gondok gw lama-lama debat muluk. Beda kalo gw bohong:

T: sudah punya pacar nduk?
G: sudah tante (sambil senyum sumringah kemudian ngacir kabur)

Singkat padat dan jelas.

Sebenernya gw heran kenapa punya pacar dianggap penting. Padahal pacaran itu membuka jalan menuju kemaksiatan, ya walaupun tidak semua pacaran begitu. Kan lebih baik menghalangi jalan masuknya setan daripada buka pintu lebar-lebar. Ya kan ya kan? Njayyy... Omongan gw kayak udah diinsafkan. Loh?

Walaupun gw gak mau pacaran kan gw tetep mau nikah dan setau gw pernikahan bisa dicapai tanpa melalui tahap pacaran. Pacarannya sesudah nikah kan gak masalah, lebih asik malahan.

Buat yang baca tulisan ini, tolong jangan anggap pacaran sebagai suatu kewajiban yang harus dilalui sebelum pernikahan. Itu salah besar, yang pacaran sesudah nikah tetep bisa cerai cari yang baru. Sama kayak pacaran yang semudah itu putus.

Kenal satu sama lain? Lewat jalan temenan pun bisa. Dalam pertemanan pun gak masalah menyampaikan perasaan satu sama lain. Dan yang perlu dicatat adalah nggak ada manusia yang sempurna, dengan kata lain disini kita dituntut untuk nerima kelebihan dan kelemahan pasangan kita. Nggak akan ada pasangan yang sesempurna di film-film. Jangan banyak nonton film, berdoa, perbaikin diri, belajar jadi imam yang baik (ini semacam kode)

Sekian~

Sabtu, 12 Maret 2016

BuCin (Budak Cinta)

Sebenernya gue bingung mau bikin judulnya apa, but that's all in my head 'BuCin'. Bucin adalah singkatan dari Budak Cinta. Budak cinta adalah orang yang nurut dan bakal ngelakuin apapun supaya tidak kehilangan si dia.

Anak kecil ngerti apa sih soal cinta?
Hell No! I'm 20 now. boombaa!!

Gw paling nggak suka dan paling nggak terima liat orang, khususnya orang terdekat gw menjadi bucin setelah punya pacar atau gebetan malah menjadi bucin. Pasti nih ya ada aja alasannya kalo diajak hang out. "Eh jalan yukk!"
Pasti jawabannya :

"Sorry ya gw mau jalan sama pacar gw."

"Gw harus anter gebetan gw ke dokter nih!"

"Gw gak dibolehin kemana-mana nih sama pacar gw disuruh jaga lilin." kriiikkk...kriiikkk...

"Ok nanti malem ya."
                           -Beberapa menit kemudian-
"Kapan-kapan aja ya, tiba-tiba doi ngajak dinner nih." <<<<<< PHP DETECTED

Doi mungkin memang seseorang yang spesial buat lo, but please open your eyes. Oke gw maklum kalo lo pengantin baru, eh maksudnya pasangan baru (bisa udah nikah, pacaran, atau baru gebetan). Giliran lagi seneng aja temen dipinggirin, giliran udah putus, disakitin, nangis-nangis mau lompat dari atap temen yang kena sepetnya. Please lah, ketika lo memutuskan untuk memiliki atau mencari pasangan lo harus punya modal siap disakitin, jangan lemah. Jangan sampe karena lo takut ditinggalin lo sampe rela lakuin apapun untuk dia. It doesn't make sense for me. Sekarang gini aja deh, apa yang lo harapkan dari dia?

Pertama, kalo lo hanya ingin mengenal dia. Lo cukup jadi temen dia aja, ya bisa lah ajak dia ngobrol dan kepo sedikit-sedikit tentang dia dari kesehariannya, orang terdekatnya, atau sosial medianya. Masalahnya adalah apakah dia ingin dikenal oleh elo? Menurut gw kalo dia terlalu tertutup dan gak mau open sama lo ya buat apa lo maksain buat ngenal dia? Tapi gak ada salahnya dicoba.

Kedua, kalo lo pengen jadi pacar dia ya lo harus kebal menghadapi dia. Tapiiiii, kalo dia udah rada kelewatan ya tinggal tegor aja, jangan sampe lo nggak berani negor apalagi kalo lo cowok. Pacar itu pasangan bicara, ya kalo ada hal yang gak lo suka bicarakan. Terkadang seseorang yang udah punya gebetan aka inceran akan sulit buka hati untuk orang baru alias dia udah jadi bucinnya orang lain. Emang lo mau jadi bucinnya bucin? Jangan sampe lo nurut banget sama dia padahal dia gak pernah notice elo.

Ketiga dan terakhir, kalo lo pengen jadi pasangan hidupnya lo harus kenal dia lebih jauh dan bisa berkomunikasi dengan baik sama dia. Kalo misalnya lo udah berusaha mengenal dia lebih jauh, lo udah berusaha membicarakan apa unek-unek lo tetep gak didengerin, dia kekeuh sama kelakuannya ya seenaknya kembali lagi ke elo. Apakah lo mau hidup menjadi bucin, ditindas sama pasangan yang keras kepala? 

Mungkin setelah baca ini akan ada berbagai macam pemikiran :

"bener juga yaa.."

"lo gak ngerti sih."

"gampang aja lo ngomong."

dst....

Gw buat tulisan ini karena sekali gw gak suka liat orang jadi bucin, ditindas sama pasangannya. Please bersikaplah tegas kepada diri lo dan pasangan lo! Bersikap tegas bukan berarti dengan kekerasan. 

Someone who's really like you and need you will respect you! No matter who you are. 
Ms. Deka, 2016

Jadi kalau dia gak respect sama lo, kemungkinan terbesarnya adalah she/he doesn't like and need you. Ingat, ini masih belum terlambat untuk banting setir, putar arah, dan membuka hati untuk seseorang yang baru walaupun Kamu butuh waktu untuk melakukannya. Menangislah untuk meluapkan emosi tapi jangan berlarut dalam kesedihan. 





- Catatan :
Dalam tulisan ini Saya hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam benak Saya. Mohon maaf apabila teman-teman ada yang tersinggung, Saya tidak bermaksud untuk menyinggung tetapi ingin memberikan semangat pada teman-teman supaya tidak rentan patah hati dan galau. Semoga teman-teman lebih bijak dalam memilih pasangan. 

Rabu, 24 Februari 2016

[REVIEW] Cheese Ramyun feat. Bon Cabe level 15!!!!

What a good news? Loheh.. Haloha.. Lama tak jumpa, terlalu asik nugas di semester terpadat sepanjang sejarah (read: semester 6) dan terlalu lama sendiri. *curcol Semester ini tugasku banyak sekali. Waktu gabutku tak sebanyak dahulu. Adakah engkau disana merindukan Aku? Aeelaaahhh baperan gini gue. Maklum sekarang udah memasuki kepala dua. But don't worry baby, two is better than one (kata Mbak Taylor Swift).
Iyanih beneran deh sibuk, tugasnya banyak banget. Ya namanya juga kuliah. Makan gak teratur. Jomblo pulak, gak ada yang ngingetin "Sayang makan yang banyak ya biar ndut." hoooeeekkksss.. Masih ada Ibuku tercinta kok yang nggak pernah lelah mengingatkanku. *smooch
Ngomongin soal makan, ada yang recommended lagi nih. Apakah itu? Jreeeeeennnggggggg...  Cheese Ramyun feat. Bon Cabe level 15. Horeeee... Apasih gak jelas gue ini orang judulnya juga itu. Maafkeun yaaa. 
Pertama kenal Cheese Ramyun itu dari ma bestfriend. Kami lagi shopping bareng kemudian dia bilang "eh cyiinn ini cucok loh. Wajib coba deh." *dilebayindikit* Dari situ Aku penasaran. Apalagi, Aku suka banget sama keju-kejuan, terutama keju-juran. Wewww... Dan senengnya ramen keju ini ada kuahnya. Yeeee...  Tapi tetep aja, ada yang hilang dari perasaanku *nyanyilaguipank*. Gini loh guys, ini kan ramen kuah. Coba bayangkan dan rasakan. Ini keju men! Pasti asin. Apa enaknya kalo gak ada pedesnya? Think think again, akhirnya kutemukan solusinya. Bon cabe level 15? Ada beberapa level di bawahnya dan kata bestiesku gak pedas. Jadi coba deh yang ini. Aku tahu Bon Cabe ini dari beberapa challenge di youtube dan penasaran deh dibuatnya.
Untuk harga, Saya lupa harga pasnya. Tapi seingat Saya harga ramen keju di atas 11rb dan harga bon cabe sekitar 9ribuan.
Okay sekarang lanjut ke cara masak si ramen kejuuuu :
1. Rebus air hingga mendidih (jangan terlalu banyak biar kuahnya mantap, ya dikira-kira aja sesuai selera)
2. Masukkan ramen ke dalam air mendidih
3. Campurkan bumbu-bumbu ramen keju
4. Sajikan di atas mangkok favoritmu
5. Taburkan Bon Cabe secukupnya
Sebelum menambahkan bon cabe dicicipin dulu guys, karena sebenarnya walaupun ini ramen keju di dalamnya sudah ada sensasi pedasnya walaupun kurang menggelegar. Tapi karena Saya doyan pedas Saya nekat menambahkan bon cabe. Sehingga hasilnya maknyus... Ramennya pedesnya gak lebay kok jadi Saya juga kuat ngabisin. Kalo disuruh nambah mau banget kok. Eunakkk puooollll...
~
catatan :
Review ini tidak bermaksud untuk promosi atau menjatuhkan produk, penulis hanya ingin mencurahkan isi hatinya kepada para pembaca yang mungkin ingin tahu mengenai pengalaman penulis dengan produk ini. Harga bisa sewaktu-waktu berubah.

Rabu, 04 November 2015

[REVIEW] Strawberry Body Butter The Body Shop

Bosan kali ya, The Body Shop lagi.. The Body Shop lagi. Adminnya lagi jatuh cinta sama The Body Shop. Kalau sebelum-sebelumnya Saya membahas skincare untuk wajah kali ini Saya akan membahas yang untuk badan.

Kulit Saya ini cenderung kering, duh gak pede kan kalau kena garuk terus timbul garis putih. Terus gak pede juga kalau sikut terlihat kering dan you know lah. Ah gakukukukuuaaattt. Kubutuh sesuatu yang mampu menghilangkan ketidakpedeanku. Jreng...jreng... Akhirnya kutemukan si body butter. Uwoooo... *Apasihringakjelasbanget* Maafkan ke-random-anku gils.




Jadi gini, waktu itu Aku ke TBS sama Mamah. Terus Mamahku taunya Aku suka Strawberry jadinya pas bilang mau beli body butter sama Mamah langsung dipilihin Strawberry. Aslinya kalau untuk urusan skincare Aku pengen coba yang lain karena kubosan dengan tobeli, tapi Mamah udah pilihin yang itu yaudahdeh. Coba dulu aja.

Awalnya Aku pakai malem sebelum tidur dan memang mengurangi si kulit kering ini. Tapi ya namanya udah ngantuk gimana gitu ya, gak bisa rajin. Apalagi harus pakai pelembab wajah dll. Duh.. Rempong banget da jadi cewek.

Body butter ini awet banget lengketnya nggak kayak lotion yang cepet terserap kulit dan kulit cepet kering lagi. Jadi Aku akalin aja deh ganti body lotion dengan body butter. Ya emang lengket-lengket gimana gitu sih, tapi cucok lah buat yang lebih banyak aktivitas di dalam ruangan atau banyak terkena paparan Ac. Kalau kamu lebih banyak di luar ruangan dan bakalan keringetan Aku gak saranin deh, nanti malah gerah udah lengket basah-basah lagi. Noooo...

Price: Rp229.000
Harga memang nggak murah, tapi jangan khawatir awet kok gils sampai berbulan-bulan. Aroma tobelinya bikin lapar pengen makan. Huahahahaa.

Kebetulan si body butter tobelinya sudah hampir habis jadi Saya sudah beli yang baru yaitu 'Shea' karena kacang Shea cucok untuk very dry skin dan baunya tidak se-menyengat tobeli dan bikin lapar. Tunggu yang tobeli habis ya guys baru review Shea nya.





~

catatan :
Review ini tidak bermaksud untuk promosi atau menjatuhkan produk, penulis hanya ingin mencurahkan isi hatinya kepada para pembaca yang mungkin ingin tahu mengenai pengalaman penulis dengan produk ini. Harga bisa sewaktu-waktu berubah.

[REVIEW] Tea Tree Oil by The Body Shop My Superhero

Jerawat?
Buat seorang cewek jerawat itu pasti nggak banget. Jerawat akan membuat Kita semakin nggak pede. Gimana sih caranya buat memusnahkan si jerawat ini? Setelah baca review sana sini, akhirnya Saya kembali jatuh hati dengan produk skincare favorit Saya (The Body Shop). Kebetulan Saya memang sudah menggunakan produk The Body Shop sejak pertengahan Juni 2015 lalu.

Jadi waktu itu, Saya cuma membeli beberapa rangkaian Tea Tree (ada di review Saya sebelumnya) dari TBS, dan memang sih jerawat berkurang. Ada tapinya, jerawat berkurang dalam waktu yang relatif lama dan masih ada aja jerawatnya (mungkin karena Saya suka skip). Kan pengennya hilang semua. Akhirnya Saya pun membeli sebuah produk Tea Tree dari TBS yang satu ini, Tea Tree Oil, untuk membuktikan apa yang dikatakan orang-orang.



It works on me guys!! Jerawatku hilang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, sekitar semingguan. Bukan cuma itu, bekas jerawatku juga hilang. Ahh, sungguh kebahagiaan yang luar biasa. Kutak tahu harus berkata apa. Unch.. Tea Tree Oil memang pahlawan, makin cinta sama Tea Tree Oil dan makin pede euy buat selfie.

Pemakaian produk ini butuh perjuangan banget, harganya mahal (di atas nopek/200k) untuk ukuran mini 20ml, terus botolnya ituloh. Saya harus berjuang keras untuk membuka botolnya. Saya sudah cari tahu ke sana kemari untuk membukanya. Semua mengatakan bahwa cukup ditekan sambil diputar. But it still doesn't work. Akhirnya Saya menariknya dengan sekuat tenaga jadi tutup luarnya pun lepas, kemudian tinggal di putar saja tutup yang dalam dengan mudah. Baru deh bisa pakai. Jadi sebenarnya tutup didesain seperti itu agar cairan tidak tumpah, tapi Sayanya aja yang gak bisa buka.


Price : Rp209.000


Dibandingkan dengan Blemish gell yang lebih mini, Saya prefer menggunakan Tea Tree Oil karena lebih banyak dan lebih ampuh tapi nggak ada aplikatornya. Ya gapapa deh, yang penting ampuh membasmi jerawat terkutuk. Huahahaa..

Cara memakainya adalah, teteskan Tea Tree Oil ke kapas/media lain kemudian oleskan ke jerawat dan bekas jerawat. Pada pemakaian pertama ada sedikit rasa perih-perihnya gitu. Don't worry, nggak berlangsung lama kok dan sedikit rasa perih itu membuktikan bahwa it works on you.

Kalau mau hasil yang cepat dan bagus ya harus rajin pakainya. Akusih pakai pagi dan malam setelah mencuci wajah dengan sabun dan membersihkannya dengan toner dan sebelum menggunakan pelembab. Jujur Saya bukan tipe yang rajin, tapi demi menghilangkan jerawat akhirnya timbul semangat yang membara.

"Kita nggak akan pernah punya semangat yang membara tanpa adanya tujuan yang jelas."



~

catatan :
Review ini tidak bermaksud untuk promosi atau menjatuhkan produk, penulis hanya ingin mencurahkan isi hatinya kepada para pembaca yang mungkin ingin tahu mengenai pengalaman penulis dengan produk ini. Harga bisa sewaktu-waktu berubah.

Selasa, 27 Oktober 2015

[REVIEW] Seblak Basah Instan Mommy Indo Rasa RENDANG


Setelah membahas seblak basah instan rasa original, sekarang saatnya untuk membahas rendang. Horeee... Rendang adalah salah satu makanan terenak khas Padang. Yeee... Indonesia banget ya. Rasanya menurut Aku lebih pedas dan toppingnya itu loh favorit banget. Loh emang apa toppingnya? Ada ituloh makanan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai. Yaaaaa.. Tempe. 

Sebenarnya Aku suka rendang, rendang lovers, tapi di seblak ini pedasnya nendang banget. Gakukukuuu..at. Jadi kalau disuruh milih, Aku lebih pilih rasa original dengan topping tempe kering.. :D Buat yang cinta kuliner khas Indonesia dan memiliki kemampuan makan makanan yang sangat pedas, ini recommended!!!

Cara membuatnya :
1. Buka bungkus seblak instan kemudian ambil bumbu, pelengkap, dan sendok di dalam wadah
2. Tuangkan air panas dalam wadah
3. Tutup dan diamkan 3-5 menit
4. Tiriskan air melalui lubang tutup
5. Buka bungkus bumbu beserta pelengkap lalu tuangkan ke dalam wadah
6. Aduk hingga merata
7. Seblak siap disantap

Harga : Rp11.750

Berikut penampakannya : 



 MARI MAKANNN!!!!



~

catatan :
Review ini tidak bermaksud untuk promosi atau menjatuhkan produk, penulis hanya ingin mencurahkan isi hatinya kepada para pembaca yang mungkin ingin tahu mengenai pengalaman penulis dengan produk ini. Harga bisa sewaktu-waktu berubah.